Jumat, 17 Oktober 2014

Jalan ku Bersama Jilbab ku

SMA kelas 1 itu pertama kali saya mendengar istilah anak Rohis yang mayoritas mereka berjilbab besar-besar. Seperti anak baru kebanyakan saya juga tidak tau apa itu Rohis, tapi kerena keramahan dari kakak-kakak Rohis yang sering membantu saya untuk mengenalk dunia baru,dunia anak SMA saya sering diajak untuk mengikuti kajian jumat setelah selesai solat jumat. awalnya saya mau mengikuti kajian itu karena saya tidak mau ikut pramuka yang itu wajib untuk siswa kelas satu. Disekolahku anak-anak Rohis mendapat perlakukan istimewa dari sekolah (itu sih menurut ku), karena anak rohis boleh tidak mengikuti kegiatan pramuka yang diwajibkan bagi siswa kelas satu.

Di antara anak-anak rohis yang mereka mayoritas memakai jiblab besar saya merasa sangat asing karena memang dari awl saya masuk SMA saya tidak di perbolehka orang tua untuk memakai jilbab. meskipun keinginan itu sudah ada sejak SMP kelas 3 tapi itu hanya sebatas menjadi keinginan saja yang tidak pernah terwujudkan. tapi meskipun saya berbeda dari mereka yang selalu memakai jilbab besar tapi mereka tidak pernah memandang saya berbeda dengan mereka, mereka malah mengangap saya sebagai kelurga mereka...

Di sini lah saya menemukan hidayah itu... hidayah yang Allah kirimkan kepda ku melalui saudara-saudara saya di dalam Rohis. Di sini saya banyk menemukan hal baru yang belum pernah sama sekali ku ketahui bahwa ternyata memakai jilbab itu adalah suatu kewajiban. Di sini saya menemukan ukhuwah yang disatukan karna Allah ukhuwah dalam dakwah.

Saya masih teringat jelas waktu pertamakali sya membuatkan tekat saya untuk melaksanakan perintah Allah untuk berhijab... waktu itu adalah hari pertama saya memasuku bangku kelas 2 SMA dengan pernuh perjuangan saya akhirnya bisa mengenakan jilbab itu sebagai mahkota seorang muslimah. Perjuangan yang harus saya lalui karna orang tua terutama ibu saya yang selalu melarang saya untuk mengunakan jilbab. Meski perjuangan itu berat tapi dengan dukungan dan bantuan saudara-saudara saya di Rohis dan berkat do'a mereka semua Allah meringankan perjuangan itu. Meski hanya denga pakaian seragam bekas kakak kelas yang sudah lulus dan jilbab pemberian guru saya akhirnyapun saya bisa berhijab melaksanakan perintah Allah...

Tapi ternyata ujian itu tidak cukup berhenti disitu saja. Allah telah berfirman dalam Qs. Al-Ankabut : 2-3

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ’Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi ?Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.
Sempat ibu saya membuang semua baju-baju muslimah saya kedalam sampah hingga tak tersisa satu pun termasuk seragam sekolah saya...Ketika semua ujian itu datang dari Allah maka hendaklah kita juga memhon pertolonga dari Allah. Allah menolong saya denga perantara saudara-saudara Rohis dari mereka Akhirnya saya bisa mendapatkan kembali baju seragan untuk sekolah... 

Sedikit demi sedikit dengan doa dan sikap saya yang berubah lebih baik sebelum dan setelah memakai jilbab akhirnya ibu saya mulai luluh dan membiarkan saya berjilbab sesuai dengan keinginan saya, meski kadang kala beliau masih menyuruh saya untuk melepaskan jilbab yang saya pakai. Perjuangan uuntuk memahamkan ibu saya tidaklah mengenai perinsip hidup dan dengan jilbab saya tidaklah singakat. saya membutuhkan waktu dari kelas 2 SMA sampai saya kuliah semester 4. membutuhkan waktu empat tahun untuk ibu saya menerima saya dengan perinsip hidup saya. 

Itulah perjalanan saya awal mengenaiak jilbab. bagi saudara-saudara saya yang baru mengenakan jilbab dan mendapat pertentangan dari orang tua maka jagan lah putus asa dan melepaskan mahkota kita sebagai muslimah... mungkin masih banyak diluar sana meng perjuangannya lebih berat dari kita dan mereka ternyata bisa juga mempertahankan untuk tetap berhijab kenapa kita tidak bisa???? Mungkin masih banyak juga saudara-saudara kiata yang perjuangannya lebih dan mereka mampu bertahan lalu kenapa kita tidak... 

Saat Allah memberikan cobaan kepda kita, Allah yakin bahwa kita kuat menerima cobaan itu dan dengan itulah kita menjadi lebih kuat dari sebelumnya.... karna Allah telah berfirman dalam Qs. Al-Baqarah : 286
“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
Semoga kita termasuk orang sabar aamiin 

Rabu, 15 Oktober 2014

Kenapa Hidup Penuh dengan Masalah?

Perjalanan hidup ini begitu rumit, banyak selaki masah yang datang selih berganti. Tapi sebenarnya dengan masalah-masalah yang dihadapkan Allah kepada kita itulah yang senentiasa membuat kita belajar menjadi lebih kuat.
Kadang kita bertanya kepada Allah "kenapa Allah menimpakan masalah seberat ini  kepada kita...?" Taulah engakau wahai saudaraku semuslim... Allah memberikan ujikan berat atau ringan itu semua sudah disesuaikan dengan kemampuan kita. tidak mungkin seorang guru memberikan soal ujuan anak kualiah kepada anak SMA kelas 1. pastilah sang guru sudah mengetahui kapasitas kemampuan siswanya sebelum memberikan soal ujian kepada sang siswa...
Begitu juga Allah memberikan ujian kepada hambanya sesuai dengan tingkat keimanan sang hamba... Semakin tinggi keimanan seseorang tentu akan semakin berat ujian yang akan diberikan...

KENAPA AKU DIUJI ??
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Ankabut : 2-3
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ’Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi ?Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.
KENAPA AKU TAK MENDAPAT APA YG AKU INGINKAN ??
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Baqarah : 216
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui”
KENAPA UJIAN SEBERAT INI ??
QURAN MENJAWAB:
Qs. Al-Baqarah : 286
“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
KENAPA FRUSTASI ???
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Imran : 139
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yg paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman”
BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA ???
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Baqarah : 45
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat; dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk Tiada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Allah semata”
APA YANG AKU DAPAT ???
QURAN MENJAWAB :
Qs. At-Taubah : 111
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri, harta mereka dengan memberikan jannah untuk mereka…”
KEPADA SIAPA AKU BERHARAP ???
QURAN MENJAWAB :
Qs. At-Taubah : 129
“Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari-Nya. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal”
AKU TAK SANGGUP !!!!
QURAN MENJAWAB :
Qs. Yusuf : 12
“….dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yg kafir.”
dan segudang pertanyaan lagi yang keseluruhannya pun dapat dijawab oleh Sang Pemilik Semesta Alam. Nah, cukup jelaslah bahwa Allah-lah yang memberi kita cobaan permasalahan, pastilah Allah akan menurunkan pertanyaan beserta jawabannya! Hanya Allah sandaran manusia
semoga kita termasuk orang sabar aamiin

Selasa, 05 Agustus 2014

Sabar Dalam Dakwah

dakwatuna.com - “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya(QS. al-Baqarah: 45-46)
Perintah untuk bersabar diulang oleh Allah di dalam al-Quran sebanyak ratusan kali. Ini menunjukkan betapa pentingnya sikap sabar dalam kehidupan. Perintah untuk bersabar kerap disandingkan dengan perintah untuk shalat. Seperti yang difirmankan oleh Allah, bahwa sabar itu berat untuk dijalani kecuali oleh orang-orang yang khusyu’. Kita dituntut untuk bersabar di setiap waktu dan kondisi yang terjadi pada kehidupan kita.
Wahai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah bersama dengan orang-orang yang sabar(QS. al-Baqarah: 153)
Merupakan sebuah keniscayaan dalam hidup, bahwa setiap manusia pasti akan diuji sesuai dengan kadar keimanannya. Setiap diri kita akan diuji pada titik-titik kelemahan kita agar Allah mengetahui siapa yang berhak untuk dinaikkan derajat ketakwaannya dan mana hamba yang masih harus diuji pada titik yang sama karena belum mampu melampaui ujian yang diberikan. Ingatlah, Allah akan terus menguji pada persoalan yang sama, selama kita belum mampu melewatinya, hingga kita berhasil melaluinya dengan baik.
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, ‘Kami telah beriman’ sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya  Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.(QS. al-Ankabut: 2-3)
Dalam konteks dakwah, kita biasa menemui berbagai problematika dakwah. Ada masalah yang datang dari diri kita sendiri yang mungkin sedang lemah dan futur. Ada juga masalah yang hadir di antara sesama penggiat dakwah. Ada juga tantangan dakwah yang datang dari lingkungan di luar sistem dakwah.
Sebagai aktivis muslim, kita tahu bahwa kita harus tetap berusaha menyampaikan berita gembira dan peringatan (amar ma’ruf nahi munkar) kepada lingkungan sekitar. Seperti yang telah diperintahkan oleh Allah. Kita harus menyadari, diingat-ingat dalam pikiran dan terus dihujamkan ke dalam jiwa, bahwa dakwah akan tetap terus berjalan meski bersama atau pun tanpa diri kita.
Maka, pilihannya kini hanya ada dua, yaitu bergerak atau tergantikan. Ingin menjadi air yang mengalir, suci dan menyehatkan, ataukah air yang menggenang dan mendatangkan penyakit? Tentunya, kita ingin menjadi yang bermanfaat dan tak mendatangkan mudharat, kan? Maka, pastikan diri kita terus bersemangat dalam berjuang bersama para muharriq dakwah lainnya yang juga memiliki visi da’awi yang sama. Berjuang bersama-sama bersama mereka tanpa kenal lelah.
Terkadang, mungkin kita saja yang terlalu cepat bosan, terlalu sering mengeluh, lalu melangkah gontai. Tak lagi bergairah, tak lagi bersemangat, dan semakin gelisah tak tentu arah. Bahkan, jika tak segera diberi suntikan semangat, sangat mungkin kita akan buru-buru memutuskan untuk memilih berputus asa dan berhenti, lalu mengambil posisi di barisan belakang atau bahkan mundur teratur dari medan juang. Kemudian memilih menyepi, menyendiri, dan memisahkan diri dari rombongan. Padahal, mungkin kita hanya butuh sedikit lebih bersabar untuk terus berjalan. Karena bisa jadi, sesungguhnya jalan keluar dari masalah dan tantangan dakwah kita ada di pintu selanjutnya. Tak ingatkah dengan perintah Allah, “Dan janganlah berputus asa dari rahmat Tuhanmu.
Maka, tetaplah teguh di jalan dakwah. Karena jalan inilah yang akan mengantarkan kita ke surga. Kita hanya perlu sedikit menahan diri dari keputusasaan dan lebih bersabar dalam menghadapi setiap problematika dan tantangan dakwah yang datang silih berganti.
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan al-Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janji (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.(QS. at-Taubah: 111)

Kamis, 10 Juli 2014

Lirik Nasyid Selamat Hari Lahir

Selamat hari Lahir 
by Saujana....

Awan Berarak Ceria
Tiada Titisan Hujan
Pohon Melambai
Tanda Sokongan

Kususuri Perjalanan
Bertemankan Senyuman
Di Hari Lahirmu
Sahabatku

Dedaun Berguguran
Membuktikan Kedewasaan
Walau Tanpa Madah Dan Hadiah
Namun Cukup Bagiku
Sekadar Ucapan

Selamat Hari Lahir
Iringi Doa Kuhulur
Bersyukur KepadaNya
Atas Nikmat Usia

Sahabatku
Usia Yang Tuhan Kurniakan Ini
Dihasilah Ia Dengan Amalan Yang Murni
Semoga Ia Menjadi Temanmu Di Akhirat Nanti
Selamat Hari Lahir

Usiamu Ibarat Mutiara
Tiada Berganti Lagi
Hiaskan Iman Bersulam Taqwa
Agar Sempat Mengucup
Haruman Syurgawi

Sabtu, 28 Juni 2014

Belajar dari Air

أنزل منالسمآءِمآءً فسالت أودية بقدرهافاتمل السيل زبدارابيا  وممايوقدون عليه في النارابتغآءحليةاومتع زبدمثله  كذ لك يضربالله الحق والبطل  فأماالزبدفيذهب جفآءً  وأماماينفعالناس فيمكت في الارض  كذلك يضربالله الامثال
 
“Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, Maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, Maka arus itu membawa buih yang mengambang. dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; Adapun yang memberi manfaat kepada manusia, Maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan.”
(Ar-Ra’d: 17)

Allah mengumpamakan yang benar dan yang bathil dengan air dan buih atau dengan logam yang mencair dan buihnya, yang benar sama dengan air atau logam murni, yang bathil sama dengan buih air atau tahi logam yang akan lenyap dan tidak ada gunanya bagi manusia. Masih banyak lagi Allah menyatakan karunia air bagi kehidupan dunia dalam Al-Quran.

Selalu Menempati Ruang

“Berbicaralah sesuai dengan bahasa kaumnya…”
Sifat air, seperti yang diajarkan oleh guru di tingkat sekolah dasar, salah satunya adalah menempati ruang. Dituangkan ke dalam wadah berbentuk apapun, air akan selalu mengikuti bentuk wadah itu. Begitulah air, ia dapat memosisikan dirinya sesuai situasi dan kondisi (sikon) yang sedang dialaminya. Manusia sewajarnya juga mampu untuk selalu menyesuaikan satu sama lain agar terjalin komunikasi yang saling dipahami.

Bergerak vs Diam, Energi vs Penyakit

Selain itu, manusia-mengikuti filosofi air-dituntut untuk bergerak. Bila air bergerak, maka benda-benda yang ada di hadapannya akan terbawa arus. Semakin besar debit air, maka semakin besar energi yang dapat diberikan oleh air. Di banyak tempat, potensi energi air yang besar ini dimanfaatkan untuk memutar turbin air, kemudian turbin akan memutar generator listrik untuk menjadi sumber energi. Tempat-tempat ini dikenal dengan nama Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
Namun, saat air itu diam, maka ia tidak akan memberikan pengaruh apapun terhadap benda-benda di sekitarnya. Bahkan, air yang menggenang justru akan menimbulkan penyakit, menjadi tempat berkembangbiaknya jentik-jentik nyamuk. Allah SWT telah memerintahkan manusia untuk terus beramal shalih. Banyak ayat Allah dalam Al-Quran yang berkaitan dengan perintah ‘amal shalih, diantaranya:

فإذافرغت فانصب
“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,”
(Al-Insyirah: 7)

Sebagian muffasirin berpendapat apabila kamu (Muhammad) telah selesai berdakwah, maka beribadatlah kepada Allah; apabila kamu telah selesai mengerjakan urusan dunia, maka kerjakanlah urusan akhirat, dan ada lagi yang mengatakan; apabila telah selesai mengerjakan shalat, berdoalah.

فإذاقضيت الصلوة فانتشروافي الأرض وابتغوامن فضل الله واذكرواالله كثيرًالعلكم تفلحون
“Apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”
(Al-Jumu’ah: 10)

Meninggalkan Basah

Setelah melewati suatu benda, biasanya air akan meninggalkan basah pada benda tersebut. Hal ini berlaku untuk benda tegak (vertikal), maupun mendatar. Benda yang telah dilewati air akan kering setelah beberapa saat, mulai dari hitungan detik hingga jam. Pun demikian dengan manusia, pengaruhnya dituntut untuk tetap eksis meski ia telah tiada, baik karena sudah berpindah tempat ataupun wafat.
Contoh konkret, kita dapat meneladani (karena tidak akan bisa menyamai) Muhammad, Rasulullah SAW. Dilahirkan dari peradaban primitif serta jauh dari perkembangan global di zamannya, beliau sanggup membumikan ajaran Islam. Ajaran yang masih paling asli hingga detik ini dari semua ajaran lain. Beliau masih meninggalkan ‘basah’ yang asli hingga berabad lamanya, hatta lebih dari kemampuan air itu sendiri. Alasan inilah yang menempatkannya di posisi tertinggi dalam 100 Tokoh Paling Berpengaruh Di Dunia, karya Michael H. Hart. Lalu bagaimana dengan kita? Tetaplah berusaha untuk terus melakukan ‘amal shalih agar meraih ridha Allah. Wallahu’alam.

وأنليس للإنسنإلاماسعى٠وأن سعيه سوف يرى٠ثم يجزه الجزآءالأوفى٠وأنإلى ربك المنتهى
“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihat (kepadanya). Kemudian akan diberi Balasan kepadanya dengan Balasan yang paling sempurna, dan bahwasanya kepada Tuhamulah kesudahan (segala sesuatu),”
(An-Najm: 39-42)

Rama Permana
Mahasiswa Institut Teknologi Telkom
FEK, Teknik Telekomunikasi 2008

Jumat, 27 Juni 2014

Mengisi Waktu Luang dibulan Ramadhan....


Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengisi waktu luang dibulan Ramadhan, agar kita bisa mendapatkan keistimewaan bulan ramadhan. Biasanya diwaktu bulan Ramadhan waktu kita akan tersedia lebih banyak, bagaimana tidak, kita bagun yang mungkin biasanya kita bangun waktu subuh tapi dibulan ini kita sudah bangun lebiih awal untuk makan sahur. Bagi Anda yang bekerja pun pastinya akan pulang lebih awal bagitu juga bagi anak-anak yang masih sekolah. lalu bagaimana kita bisa mengisi waktu luang diselala kegiatan kita atau waktu luang anak-anak kita agar bisa bernilai ibadah?

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengisi waktu luang tersebut antara lain :
  1. Tadarus Al-Quran. Membaca dan memtadaburi Al-Quran berupakan satu pilihan yang tepat untuk mengisi waktu sembari menunggu waktu azan subuh tiba, selain itu membaca Al-Quran juga pas untuk menunggu waktu buka puasa. jadi waktu kita tidak terbuang sia-sia hanya untuk ngabuburit. 
  2. Selain membaca Al-Quran bagi Anda yang ingin menambah hafalan Anda, Anda bisa mengisi waktu luang yang anda miliki untuk menghafalkan Al-Quran atau hanya sekedar muraja'ah hafalan yang sudah kita miliki agar tidak hilang.
  3. Berdzikir. Selalu mengingat Allah dalam setip waktu yang kita miliki sehinga saat kita memuliki waktu luang maka kita bisa lebih banyak berdzikir.
  4. Membaca. Kita juga bisa membaca buku-buku tentang berbagai hal, misalnya tentang pengetahuan ilmu agama untuk memperdalam pemahaman agama kita atau hanya sekedar pengetahuan umum untuk menambah wawasan kita.
  5. Menulis. Hal lain yang bisa anda lakukan adalah dengan menulis, bagi anda yang suka menulis Anda bisa memulai untuk menulis hal-hal yang bisa beramanfaat bagi orang lain. Mungkin yang hanya sekedar diposting di blog pribadi atau dikirimkan ke media-media cetak yang ada disekitar Anda. dengan menulis Anda bisa membagikan pengetahuan yang Anda miliki kepada orang lain.
  6. Silaturahmi. Dengan silaturahmi selain kita bisa memperluas jaringan juga bisa menambah rizky dan memperpanjang umur. Namun yang perlu diingat saat kita silaturahmi kita jagan sampai terjebak dengan ngobol saja atau malah ngegosip yang hanya menjerumuskan kita kepada dosa. 
  7. Berkreasi. Untuk mengisi waktu luang kita dibulan Ramadhan kita juga bisa mengisi dengan berkreasi misalnya membuat kerajinan tanggan hasilnya pun bisa kita jual atau hanya untuk koleksi pribadi, kita juga bisa memasak resep-resep baru yang ada.
Intinya disini apapun yang kita kerjakan untuk mengisi waktu luang selalu niatkan untuk mengari keridhoan Allah. Sekian dulu semoga yang sedikit ini bisa menjadi inspirasi Anda dalam mengisi waktu luang yang Anda miliki yang penting semuanya kita niatkan untuk ibadah agar kegiatan kita apapun itu bisa bernilai ibadah.

Kamis, 26 Juni 2014

Peran yang tak pernah usai

Saudaraku..

Kita tahu mana itu suatu amal kebaikan, tahu sholat jama’ah itu lebih utama, tahajud itu begitu banyak manfaatnya, sedekah itu akan dilipatgandakan nantinya, tapi kenapa kita kadang masih enggan melakukannya dan jarang terealisasi ?

Dan, kita juga tahu, pacaran itu haram, mencuri itu dosa (apalagi korupsi), riba juga dilarang, tapi kenapa kita masing sering melakukannya wahai saudaraku ?

Ya, itulah masalah utama kita. Entah kenapa, kita yang masih sering tidak bisa mengendalikan diri kita.

Seperti sabda Rosulullah saw,
“Orang yang kuat bukanlah dia yang mampu mengalahkan orang lain, tapi orang yang kuat adalah dia yang bisa menahan amarahnya tatkala dia marah.”(HR. Bukhari wa Muslim)

Saudaraku,
Ya, musuh kita, musuh terbesar kita ternyata ada di dalam diri kita. Dan, ini jauh lebih hebat karena musuhnya ada dalam diri kita sendiri. Banyak oarng yang mampu mengalahkan musuh secara dhahir, tapi tidak untuk bathin.

Lawan !
Lawan wahai saudaraku..
Ini adalah peperangan yang tidak pernah usai, perang melawan nafsu..
Sampai nafas ini terhenti..

Semoga dalam setiap jari ini mengetik, berbuah kata, kalimat, serta artikel sederhana, tidak hanya menambah wawasan tetapi juga ketaqwaan kita pada-Nya.

Alhaqqu mirrobbika falaa takumminal mumtariin (kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu, maka janganlah kamu termasuk orang2 yang ragu)

Allahu ‘alam Bish-showab.
by: tausiyah of the day