Selasa, 02 Februari 2016

contoh surat kuasa pengambilan paspor



SURAT KUASA


Yang bertanda tangan di bawah ini:
                  Nama         : SRI WAHJUNI KARSO SEMITO
                  Alamat      : Geneng RT 03/09 Tambankmerang,Girimarto, Wonogiri.
                  No. KTP    : 3312224606600001

Selanjutnya disebut Pemberi Kuasa.

Dengan ini memberikan kuasa kepada:
                  Nama         : AMALIA DYAH PUSPITA N
                  Alamat      : Jl. Sekar Jagat Ngambiran RT 02/14 Makamhaji Kartasura
                  No. KTP    : 3311124503900001

Selanjutnya disebut Penerima Kuasa.

KHUSUS

Untuk sewaktu-waktu bertindak atas nama PEMBERI KUASA melakukan pengambilan PASPOR di Kantor Imigrasi Kelas I Surakarta (Jl. Adi Sucipto No. 8, Colomadu, Surakarta).

Surat kuasa ini berlaku secara efektif sejak ditandatangani dan akan terus berlaku hingga Paspor diterima oleh Penerima Kuasa.

Demikian surat kuasa ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

                                                                                                       
                                                                                                        Surakarta, 01 Februari 2016

             PEMBERI KUASA,                                                         PENERIMA KUASA,                          

               MATERAI 6000


          SRI WAHJUNI KARSOSEMITO                              AMALIA DYAH PUSPITA N

Jumat, 06 November 2015

Keutamaan Mengucapkan Salam




Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّى تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَى أَهْلِهَا
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memasuki rumah-rumah yang bukan rumah kalian sebelum kalian meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya.” (QS. An-Nur: 27)
Allah Ta’ala berfirman:
تَحِيَّةً مِّنْ عِندِ اللَّهِ مُبَارَكَةً
“Salam yang ditetapkan dari sisi Allah yang berberkah.” (QS. An-Nur: 61)
Dari Abdullah bin Amr -radhiallahu anhu- dia berkata: Ada seseorang yang bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Islam apakah yang paling baik?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab:
تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ
“Kamu memberi makan, mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak kamu kenal”. (HR. Al-Bukhari no. 11, 27 dan Muslim no. 39)
Dari Al-Barra` bin Azib -radhiallahu ‘anhu- dia berkata:
أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَبْعٍ وَنَهَانَا عَنْ سَبْعٍ أَمَرَنَا بِعِيَادَةِ الْمَرِيضِ وَاتِّبَاعِ الْجِنَازَةِ وَتَشْمِيتِ الْعَاطِسِ وَإِجَابَةِ الدَّاعِي وَإِفْشَاءِ السَّلَامِ وَنَصْرِ الْمَظْلُومِ وَإِبْرَارِ الْمُقْسِمِ وَنَهَانَا عَنْ خَوَاتِيمِ الذَّهَبِ وَعَنْ الشُّرْبِ فِي الْفِضَّةِ أَوْ قَالَ آنِيَةِ الْفِضَّةِ وَعَنْ الْمَيَاثِرِ وَالْقَسِّيِّ وَعَنْ لُبْسِ الْحَرِيرِ وَالدِّيبَاجِ وَالْإِسْتَبْرَقِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami dengan tujuh perkara dan melarang kami dari tujuh perkara: (1)Beliau memerintahkan untuk menjenguk orang sakit, (2)mengiringi jenazah, (3)mendoakan orang yang bersin, (4)memenuhi undangan, (5) menyebarkan salam, (6)menolong orang yang terzhalimi, serta (7)melaksanakan sumpah. Dan beliau melarang kami (1)memakai cincin dari emas, (2)minum dari bejana yang terbuat dari perak, (3)mayasir, (4)qassiy, (5)harir, (6)dibaj, dan (7)istabraq (semua jenis pakaian yang terbuat dari sutera atau campuran sutera).” (HR. Al-Bukhari no. 2265,5204,5414,5754,5766 dan Muslim no. 2066)
Dari Abu Hurairah -radhiallahu ‘anhu- dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ
“Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan tidaklah kalian beriman hingga kalian saling menyayangi. Maukan kalian aku tunjukkan atas sesuatu yang mana apabila kalian mengerjakannya niscaya kalian akan saling menyayangi. Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim no. 54)
Penjelasan ringkas:
Ucapan salam termasuk dari salah satu syiar Islam yang paling nampak, Allah menjadikannya sebagai ucapan selamat di antara kaum muslimin  dan Dia menjadikannya sebagai salah satu dari hak-hak seorang muslim dari saudaranya. Rasul-Nya -alaihishshalatu wassalam- juga telah memerintahkan untuk menyebarkan syiar ini dan beliau mengabarkan bahwa menyebarkan salam termasuk dari sebab-sebab tersebarnya rasa cinta dan kasih sayang di tengah-tengah kaum muslimin, yang mana tersebarya cinta dan kasih sayang di antara mereka merupakan salah satu sebab untuk masuk ke dalam surga.
Ucapan salam termasuk ucapan yang berberkah, dan di antara keberkahannya adalah jika dia didengar maka hati orang yang mendengarnya akan dengan ikhlas segera menjawab dan mendatangi orang yang mengucapkannya. (Al-Fath: 11/18) Karenanya tidak sepantasnya seorang muslim membatasi ucapan salam hanya untuk sebagian orang (yakni yang dia kenal) dan tidak kepada yang lainnya (yang dia tidak kenal). Bahkan di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah dia mengucapkan salam kepada orang yang tidak dia kenal sebagaimana kepada orang yang dia kenal.
Para ulama menyatakan bahwa hukum memulai mengucapkan salam kepada orang lain adalah sunnah sementara menjawabnya adalah fardhu kifayah. Maksudnya jika dia berada dalam sekelompok orang lantas ada seseorang atau lebih yang mengucapkan salam kepada mereka lalu sebagian di antara kelompok orang itu ada yang menjawab maka sudah gugur kewajiban dari yang lainnya. Adapun jika dia sendirian maka tentunya diwajibkan atas dirinya untuk menjawabnya.
Karenanya, di antara musibah di zaman ini adalah digantinya ucapan salam ini dengan ucapan yang diimpor dari negeri kafir semacam ‘selamat pagi’ dan semacamnya, padahal ucapan salam ini adalah sebuah ucapan tahiyah (penghormatan) dari sisi Allah yang berberkah lagi baik. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata dalam Al-Fath (11/14), “Para ulama sepakat bahwa barangsiapa yang mengucapkan salam maka tidak syah menjawabnya kecuali juga dengan ucapan salam, dan tidak syah (yakni tidak menggugurkan kewajibannya, pent.) menjawabnya dengan ‘selamat pagi’ atau ‘kebahagiaan untukmu di waktu pagi’ dan semacamnya.”

Jumat, 17 Oktober 2014

Jalan ku Bersama Jilbab ku

SMA kelas 1 itu pertama kali saya mendengar istilah anak Rohis yang mayoritas mereka berjilbab besar-besar. Seperti anak baru kebanyakan saya juga tidak tau apa itu Rohis, tapi kerena keramahan dari kakak-kakak Rohis yang sering membantu saya untuk mengenalk dunia baru,dunia anak SMA saya sering diajak untuk mengikuti kajian jumat setelah selesai solat jumat. awalnya saya mau mengikuti kajian itu karena saya tidak mau ikut pramuka yang itu wajib untuk siswa kelas satu. Disekolahku anak-anak Rohis mendapat perlakukan istimewa dari sekolah (itu sih menurut ku), karena anak rohis boleh tidak mengikuti kegiatan pramuka yang diwajibkan bagi siswa kelas satu.

Di antara anak-anak rohis yang mereka mayoritas memakai jiblab besar saya merasa sangat asing karena memang dari awl saya masuk SMA saya tidak di perbolehka orang tua untuk memakai jilbab. meskipun keinginan itu sudah ada sejak SMP kelas 3 tapi itu hanya sebatas menjadi keinginan saja yang tidak pernah terwujudkan. tapi meskipun saya berbeda dari mereka yang selalu memakai jilbab besar tapi mereka tidak pernah memandang saya berbeda dengan mereka, mereka malah mengangap saya sebagai kelurga mereka...

Di sini lah saya menemukan hidayah itu... hidayah yang Allah kirimkan kepda ku melalui saudara-saudara saya di dalam Rohis. Di sini saya banyk menemukan hal baru yang belum pernah sama sekali ku ketahui bahwa ternyata memakai jilbab itu adalah suatu kewajiban. Di sini saya menemukan ukhuwah yang disatukan karna Allah ukhuwah dalam dakwah.

Saya masih teringat jelas waktu pertamakali sya membuatkan tekat saya untuk melaksanakan perintah Allah untuk berhijab... waktu itu adalah hari pertama saya memasuku bangku kelas 2 SMA dengan pernuh perjuangan saya akhirnya bisa mengenakan jilbab itu sebagai mahkota seorang muslimah. Perjuangan yang harus saya lalui karna orang tua terutama ibu saya yang selalu melarang saya untuk mengunakan jilbab. Meski perjuangan itu berat tapi dengan dukungan dan bantuan saudara-saudara saya di Rohis dan berkat do'a mereka semua Allah meringankan perjuangan itu. Meski hanya denga pakaian seragam bekas kakak kelas yang sudah lulus dan jilbab pemberian guru saya akhirnyapun saya bisa berhijab melaksanakan perintah Allah...

Tapi ternyata ujian itu tidak cukup berhenti disitu saja. Allah telah berfirman dalam Qs. Al-Ankabut : 2-3

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ’Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi ?Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.
Sempat ibu saya membuang semua baju-baju muslimah saya kedalam sampah hingga tak tersisa satu pun termasuk seragam sekolah saya...Ketika semua ujian itu datang dari Allah maka hendaklah kita juga memhon pertolonga dari Allah. Allah menolong saya denga perantara saudara-saudara Rohis dari mereka Akhirnya saya bisa mendapatkan kembali baju seragan untuk sekolah... 

Sedikit demi sedikit dengan doa dan sikap saya yang berubah lebih baik sebelum dan setelah memakai jilbab akhirnya ibu saya mulai luluh dan membiarkan saya berjilbab sesuai dengan keinginan saya, meski kadang kala beliau masih menyuruh saya untuk melepaskan jilbab yang saya pakai. Perjuangan uuntuk memahamkan ibu saya tidaklah mengenai perinsip hidup dan dengan jilbab saya tidaklah singakat. saya membutuhkan waktu dari kelas 2 SMA sampai saya kuliah semester 4. membutuhkan waktu empat tahun untuk ibu saya menerima saya dengan perinsip hidup saya. 

Itulah perjalanan saya awal mengenaiak jilbab. bagi saudara-saudara saya yang baru mengenakan jilbab dan mendapat pertentangan dari orang tua maka jagan lah putus asa dan melepaskan mahkota kita sebagai muslimah... mungkin masih banyak diluar sana meng perjuangannya lebih berat dari kita dan mereka ternyata bisa juga mempertahankan untuk tetap berhijab kenapa kita tidak bisa???? Mungkin masih banyak juga saudara-saudara kiata yang perjuangannya lebih dan mereka mampu bertahan lalu kenapa kita tidak... 

Saat Allah memberikan cobaan kepda kita, Allah yakin bahwa kita kuat menerima cobaan itu dan dengan itulah kita menjadi lebih kuat dari sebelumnya.... karna Allah telah berfirman dalam Qs. Al-Baqarah : 286
“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
Semoga kita termasuk orang sabar aamiin 

Rabu, 15 Oktober 2014

Kenapa Hidup Penuh dengan Masalah?

Perjalanan hidup ini begitu rumit, banyak selaki masah yang datang selih berganti. Tapi sebenarnya dengan masalah-masalah yang dihadapkan Allah kepada kita itulah yang senentiasa membuat kita belajar menjadi lebih kuat.
Kadang kita bertanya kepada Allah "kenapa Allah menimpakan masalah seberat ini  kepada kita...?" Taulah engakau wahai saudaraku semuslim... Allah memberikan ujikan berat atau ringan itu semua sudah disesuaikan dengan kemampuan kita. tidak mungkin seorang guru memberikan soal ujuan anak kualiah kepada anak SMA kelas 1. pastilah sang guru sudah mengetahui kapasitas kemampuan siswanya sebelum memberikan soal ujian kepada sang siswa...
Begitu juga Allah memberikan ujian kepada hambanya sesuai dengan tingkat keimanan sang hamba... Semakin tinggi keimanan seseorang tentu akan semakin berat ujian yang akan diberikan...

KENAPA AKU DIUJI ??
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Ankabut : 2-3
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ’Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi ?Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.
KENAPA AKU TAK MENDAPAT APA YG AKU INGINKAN ??
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Baqarah : 216
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui”
KENAPA UJIAN SEBERAT INI ??
QURAN MENJAWAB:
Qs. Al-Baqarah : 286
“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
KENAPA FRUSTASI ???
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Imran : 139
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yg paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman”
BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA ???
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Baqarah : 45
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat; dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk Tiada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Allah semata”
APA YANG AKU DAPAT ???
QURAN MENJAWAB :
Qs. At-Taubah : 111
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri, harta mereka dengan memberikan jannah untuk mereka…”
KEPADA SIAPA AKU BERHARAP ???
QURAN MENJAWAB :
Qs. At-Taubah : 129
“Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari-Nya. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal”
AKU TAK SANGGUP !!!!
QURAN MENJAWAB :
Qs. Yusuf : 12
“….dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yg kafir.”
dan segudang pertanyaan lagi yang keseluruhannya pun dapat dijawab oleh Sang Pemilik Semesta Alam. Nah, cukup jelaslah bahwa Allah-lah yang memberi kita cobaan permasalahan, pastilah Allah akan menurunkan pertanyaan beserta jawabannya! Hanya Allah sandaran manusia
semoga kita termasuk orang sabar aamiin

Selasa, 05 Agustus 2014

Sabar Dalam Dakwah

dakwatuna.com - “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya(QS. al-Baqarah: 45-46)
Perintah untuk bersabar diulang oleh Allah di dalam al-Quran sebanyak ratusan kali. Ini menunjukkan betapa pentingnya sikap sabar dalam kehidupan. Perintah untuk bersabar kerap disandingkan dengan perintah untuk shalat. Seperti yang difirmankan oleh Allah, bahwa sabar itu berat untuk dijalani kecuali oleh orang-orang yang khusyu’. Kita dituntut untuk bersabar di setiap waktu dan kondisi yang terjadi pada kehidupan kita.
Wahai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah bersama dengan orang-orang yang sabar(QS. al-Baqarah: 153)
Merupakan sebuah keniscayaan dalam hidup, bahwa setiap manusia pasti akan diuji sesuai dengan kadar keimanannya. Setiap diri kita akan diuji pada titik-titik kelemahan kita agar Allah mengetahui siapa yang berhak untuk dinaikkan derajat ketakwaannya dan mana hamba yang masih harus diuji pada titik yang sama karena belum mampu melampaui ujian yang diberikan. Ingatlah, Allah akan terus menguji pada persoalan yang sama, selama kita belum mampu melewatinya, hingga kita berhasil melaluinya dengan baik.
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, ‘Kami telah beriman’ sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya  Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.(QS. al-Ankabut: 2-3)
Dalam konteks dakwah, kita biasa menemui berbagai problematika dakwah. Ada masalah yang datang dari diri kita sendiri yang mungkin sedang lemah dan futur. Ada juga masalah yang hadir di antara sesama penggiat dakwah. Ada juga tantangan dakwah yang datang dari lingkungan di luar sistem dakwah.
Sebagai aktivis muslim, kita tahu bahwa kita harus tetap berusaha menyampaikan berita gembira dan peringatan (amar ma’ruf nahi munkar) kepada lingkungan sekitar. Seperti yang telah diperintahkan oleh Allah. Kita harus menyadari, diingat-ingat dalam pikiran dan terus dihujamkan ke dalam jiwa, bahwa dakwah akan tetap terus berjalan meski bersama atau pun tanpa diri kita.
Maka, pilihannya kini hanya ada dua, yaitu bergerak atau tergantikan. Ingin menjadi air yang mengalir, suci dan menyehatkan, ataukah air yang menggenang dan mendatangkan penyakit? Tentunya, kita ingin menjadi yang bermanfaat dan tak mendatangkan mudharat, kan? Maka, pastikan diri kita terus bersemangat dalam berjuang bersama para muharriq dakwah lainnya yang juga memiliki visi da’awi yang sama. Berjuang bersama-sama bersama mereka tanpa kenal lelah.
Terkadang, mungkin kita saja yang terlalu cepat bosan, terlalu sering mengeluh, lalu melangkah gontai. Tak lagi bergairah, tak lagi bersemangat, dan semakin gelisah tak tentu arah. Bahkan, jika tak segera diberi suntikan semangat, sangat mungkin kita akan buru-buru memutuskan untuk memilih berputus asa dan berhenti, lalu mengambil posisi di barisan belakang atau bahkan mundur teratur dari medan juang. Kemudian memilih menyepi, menyendiri, dan memisahkan diri dari rombongan. Padahal, mungkin kita hanya butuh sedikit lebih bersabar untuk terus berjalan. Karena bisa jadi, sesungguhnya jalan keluar dari masalah dan tantangan dakwah kita ada di pintu selanjutnya. Tak ingatkah dengan perintah Allah, “Dan janganlah berputus asa dari rahmat Tuhanmu.
Maka, tetaplah teguh di jalan dakwah. Karena jalan inilah yang akan mengantarkan kita ke surga. Kita hanya perlu sedikit menahan diri dari keputusasaan dan lebih bersabar dalam menghadapi setiap problematika dan tantangan dakwah yang datang silih berganti.
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan al-Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janji (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.(QS. at-Taubah: 111)

Kamis, 10 Juli 2014

Lirik Nasyid Selamat Hari Lahir

Selamat hari Lahir 
by Saujana....

Awan Berarak Ceria
Tiada Titisan Hujan
Pohon Melambai
Tanda Sokongan

Kususuri Perjalanan
Bertemankan Senyuman
Di Hari Lahirmu
Sahabatku

Dedaun Berguguran
Membuktikan Kedewasaan
Walau Tanpa Madah Dan Hadiah
Namun Cukup Bagiku
Sekadar Ucapan

Selamat Hari Lahir
Iringi Doa Kuhulur
Bersyukur KepadaNya
Atas Nikmat Usia

Sahabatku
Usia Yang Tuhan Kurniakan Ini
Dihasilah Ia Dengan Amalan Yang Murni
Semoga Ia Menjadi Temanmu Di Akhirat Nanti
Selamat Hari Lahir

Usiamu Ibarat Mutiara
Tiada Berganti Lagi
Hiaskan Iman Bersulam Taqwa
Agar Sempat Mengucup
Haruman Syurgawi

Sabtu, 28 Juni 2014

Belajar dari Air

أنزل منالسمآءِمآءً فسالت أودية بقدرهافاتمل السيل زبدارابيا  وممايوقدون عليه في النارابتغآءحليةاومتع زبدمثله  كذ لك يضربالله الحق والبطل  فأماالزبدفيذهب جفآءً  وأماماينفعالناس فيمكت في الارض  كذلك يضربالله الامثال
 
“Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, Maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, Maka arus itu membawa buih yang mengambang. dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; Adapun yang memberi manfaat kepada manusia, Maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan.”
(Ar-Ra’d: 17)

Allah mengumpamakan yang benar dan yang bathil dengan air dan buih atau dengan logam yang mencair dan buihnya, yang benar sama dengan air atau logam murni, yang bathil sama dengan buih air atau tahi logam yang akan lenyap dan tidak ada gunanya bagi manusia. Masih banyak lagi Allah menyatakan karunia air bagi kehidupan dunia dalam Al-Quran.

Selalu Menempati Ruang

“Berbicaralah sesuai dengan bahasa kaumnya…”
Sifat air, seperti yang diajarkan oleh guru di tingkat sekolah dasar, salah satunya adalah menempati ruang. Dituangkan ke dalam wadah berbentuk apapun, air akan selalu mengikuti bentuk wadah itu. Begitulah air, ia dapat memosisikan dirinya sesuai situasi dan kondisi (sikon) yang sedang dialaminya. Manusia sewajarnya juga mampu untuk selalu menyesuaikan satu sama lain agar terjalin komunikasi yang saling dipahami.

Bergerak vs Diam, Energi vs Penyakit

Selain itu, manusia-mengikuti filosofi air-dituntut untuk bergerak. Bila air bergerak, maka benda-benda yang ada di hadapannya akan terbawa arus. Semakin besar debit air, maka semakin besar energi yang dapat diberikan oleh air. Di banyak tempat, potensi energi air yang besar ini dimanfaatkan untuk memutar turbin air, kemudian turbin akan memutar generator listrik untuk menjadi sumber energi. Tempat-tempat ini dikenal dengan nama Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
Namun, saat air itu diam, maka ia tidak akan memberikan pengaruh apapun terhadap benda-benda di sekitarnya. Bahkan, air yang menggenang justru akan menimbulkan penyakit, menjadi tempat berkembangbiaknya jentik-jentik nyamuk. Allah SWT telah memerintahkan manusia untuk terus beramal shalih. Banyak ayat Allah dalam Al-Quran yang berkaitan dengan perintah ‘amal shalih, diantaranya:

فإذافرغت فانصب
“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,”
(Al-Insyirah: 7)

Sebagian muffasirin berpendapat apabila kamu (Muhammad) telah selesai berdakwah, maka beribadatlah kepada Allah; apabila kamu telah selesai mengerjakan urusan dunia, maka kerjakanlah urusan akhirat, dan ada lagi yang mengatakan; apabila telah selesai mengerjakan shalat, berdoalah.

فإذاقضيت الصلوة فانتشروافي الأرض وابتغوامن فضل الله واذكرواالله كثيرًالعلكم تفلحون
“Apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”
(Al-Jumu’ah: 10)

Meninggalkan Basah

Setelah melewati suatu benda, biasanya air akan meninggalkan basah pada benda tersebut. Hal ini berlaku untuk benda tegak (vertikal), maupun mendatar. Benda yang telah dilewati air akan kering setelah beberapa saat, mulai dari hitungan detik hingga jam. Pun demikian dengan manusia, pengaruhnya dituntut untuk tetap eksis meski ia telah tiada, baik karena sudah berpindah tempat ataupun wafat.
Contoh konkret, kita dapat meneladani (karena tidak akan bisa menyamai) Muhammad, Rasulullah SAW. Dilahirkan dari peradaban primitif serta jauh dari perkembangan global di zamannya, beliau sanggup membumikan ajaran Islam. Ajaran yang masih paling asli hingga detik ini dari semua ajaran lain. Beliau masih meninggalkan ‘basah’ yang asli hingga berabad lamanya, hatta lebih dari kemampuan air itu sendiri. Alasan inilah yang menempatkannya di posisi tertinggi dalam 100 Tokoh Paling Berpengaruh Di Dunia, karya Michael H. Hart. Lalu bagaimana dengan kita? Tetaplah berusaha untuk terus melakukan ‘amal shalih agar meraih ridha Allah. Wallahu’alam.

وأنليس للإنسنإلاماسعى٠وأن سعيه سوف يرى٠ثم يجزه الجزآءالأوفى٠وأنإلى ربك المنتهى
“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihat (kepadanya). Kemudian akan diberi Balasan kepadanya dengan Balasan yang paling sempurna, dan bahwasanya kepada Tuhamulah kesudahan (segala sesuatu),”
(An-Najm: 39-42)

Rama Permana
Mahasiswa Institut Teknologi Telkom
FEK, Teknik Telekomunikasi 2008