Senin, 09 Desember 2013

Ekonomi Islam dan Tantangan Kapitalisme




Perbedaan antara sistem ekonomi Islam dengan sistem ekonomi yang lain adalah:
  • Asumsi dasar / norma pokok maupun aturan main dalam proses ataupun interaksi kegiatan ekonomi yang diberlakukan. Dalam sistem ekonomi Islam asumsi dasarnya adalah syari'ah Islam, diberlakukan secara menyeluruh baik terhadap individu, keluarga, kelompok masyarakat, usahawan maupun penguasa/pemerintah dalam memenuhi kebutuhan hidupnya baik untuk keperluan jasmaniah maupun rohaniah.
  • Prinsip ekonomi Islam adalah penerapan asas efisiensi dan manfaat dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan alam.
  • Motif ekonomi Islam adalah mencari keberuntungan di dunia dan di akhirat selaku khalifatullah dengan jalan beribadah dalam arti yang luas.
Berbicara tentang sistem ekonomi Islam dan sistem ekonomi kapitalis tidak bisa dilepaskan dari perbedaan pendapat mengenai halal-haramnya bunga yang oleh sebagian ulama dianggap sebagai riba yang diharamkan oleh al-Qur'an.
Manfaat uang dalam berbagai fungsi baik sebagai alat penukar, alat penyimpan kekayaan dan pendukung peralihan dari sistem barter ke sistem perekonomian uang, oleh para penulis Islam telah diakui, tetapi riba mereka sepakati sebagai konsep yang harus dihindari dalam perekonomian.
Sistem bunga dalam perbankan (rente stelsel) mulai diyakini oleh sebagian ahli sebagai faktor yang mengakibatkan semakin buruknya situasi perekonomian dan sistem bunga sebagai faktor penggerak investasi dan tabungan dalam perekonomian Indonesia, sudah teruji bukan satu-satunya cara terbaik mengatasi lemahnya ekonomi rakyat.
Larangan riba dalam Islam bertujuan membina suatu bangunan ekonomi yang menetapkan bahwa modal itu tidak dapat bekerja dengan sendirinya, dan tidak ada keuntungan bagi modal tanpa kerja dan tanpa penempatan diri pada resiko sama sekali. Karena itu Islam secara tegas menyatakan perang terhadap riba dan ummat Islam wajib meninggalkannya (Qs.al-Baqarah:278), akan tetapi Islam menghalalkan mencari keuntungan lewat perniagaan (Qs.83:1-6)

Sabtu, 07 Desember 2013

BELAJAR ILMU IKHLAS : Punyakah Saya Keikhlasan Dalam Hati?



“Sesungguhnya Saya tak tau Apa itu Ikhlas, Apa itu mengikhlaskan dan apa itu berbuat ikhlas, Yang saya tau bahwa dalam ikhlas ada ilmunya. Yaitu ilmu IKHLAS”
 عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ : إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَ أَمْوَالِكُمْ وَ لَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَ أَعْمَالِكُمْ
“Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Nabi Shallallahu ‘alihi wa sallam telah bersabda,”Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, juga tidak kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian”. (Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas ).
Al Harawi mengatakan : “Ikhlas ialah, membersihkan amal dari setiap noda.” Yang lain berkata : “Seorang yang ikhlas ialah, seorang yang tidak mencari perhatian di hati manusia dalam rangka memperbaiki hatinya di hadapan Allah, dan tidak suka seandainya manusia sampai memperhatikan amalnya, meskipun hanya seberat biji sawi”.
Ikhlas, kata sederhana yang selalu diucapkan oleh banyak orang, termasuk diri saya. Sering saya mengucapkan “Ikhlas” dalam setiap dinamika kehidupan.Tapi kenyataannya selalu saja masih muncul rasa was-was dan ketidak tenangan. Itu artinya, sudah adakah ikhlas yang sesungguhnya dalam diri saya?
Menurut Para ahli Fiqih, ikhlas ada ilmunya. Konon ikhlas adalah puncak ilmu tertinggi dalam dunia. Saya tak tau sejauh apa itu semua. Saya hanya akan mendiskripsikan sebatas kemampuan saya sebagai orang awam yang ingin mencoba mengulas tentang sebuah keikhlasan.
Dalam Hidup, ikhlas itu sangat sulit, perasaan tak ikhlas itu seperti lilitan hewan kaki seribu pada salah satu jari. Kenapa tidak????? saat kita berontak, dia akan semakin kuat melilitkannya, begitu pula dengan sebuah Perasaan tidak ikhlas.
Bagaimana Allah menguji keikhlasan kita???
Ingatkah kita?? Dalam hidup kita pasti ada hal yang paling berharga dan bernilai. Tentulah kita akan semakin sulit menerima sebuah kehilangan bila sesuatu itu semakin tinggi penghargaan kita terhadapnya.
Dalam sebuah cerita,: suatu hari di sebuah acara ospek perguruan tinggi, senior mengatakan,
“carilah teman terbaik anda, selama ospek disini, setelah anda menemukan. Berdirilah kalian berhadap-hadapan”
Akhirnya para mahasiswa itu pun berhadap-hadapan.
Instruksi senior selanjutnya “Aku yakin, kalian punya satu barang yang pualing kalian anggap berharga dalam hidup ini???iya kan???”
“Iyaaaaaaaaaaaa…….” jawab calon mahasiswa.
“Coba kamu keluarkan barang itu, tunjukan pada sahabat yang dihadapanmu sekarang, ceritakan alasanya, kenapa dia menjadi yang paling berharga??? Dan apa yang akan terjadi bila anda kehilanganya suatu hari nanti??? Lakukan bergantian ya”
“Iyaaaaaaaaa……….” jawab mahasiswa antusias.
Banyak sekali alasan mereka,
“Ini adalah sebuah cincin, …. cincin ini dari pacar saya… jelas saya akan kehilangan bila cincin ini hilang.”
“Ini adalah laptop saya, saya bisa mati kalau sampaek ini hilang, karena semua data-data penting saya ada disini”
“ini adalah tas favorit saya, saya bisa sedih bila ini hilang, karena ini belinya diluar negeri”
Kira-kira itulah jawaban dari sebagian mereka.
“Jadi sepakat ya kalian tidak inggin kehilanganya??? Dalam acara ini akan ada acara tukar kado yaitu, Tolong Serahkan barang yang paling kalian anggap berharga itu kepada teman yang dihadapan kalian sekarang” ujar senior…
Dan semua calon mahasiswa tertegun,…..
Begitulah sekilas tentang ikhlas, Allah akan mengambil apa-apa yang kita anggap berharga untuk meguji keikhlasan kita. Saat Allah mengambil satu kebahagianmu tapi kita justru mengeluh, maka akan diambilah kebahagianmu yang lain. Lalu kita  masih mengeluh, maka allah akan mengambil kebahagiaanmu yang lain lagi. Lalu kita berkata “Aku Ikhlas ya Allah…”
Namun, kenapa Allah masih mengambil kebahagian kita yang lain lagi?????
Ingat Allah yang maha tahu segalanya, bukankah kalo sudah begini hanya tinggal mawas diri????? Jelas mungkin kita ikhlas hanya di lisan saja, Sudahkah kita ikhlas dihati???? .
Semuanya akan menemukan titik keseimbangannya  saat segala yang berharga hilang semua sampai pada akhirnya kita merasa tak ada yang lebih berharga lagi (Kecuali Allah) sehingga muncul ucapan yang rela untuk berkata “Ya sudah, berikanlah saja dan Lupakan…”
Karena itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a:
يَا مُقَلِّبَ القُلُوْبِ ، ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ
Ya, Rabb yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku pada agamaMu.
إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبَلُ مِنَ العَمَلِ إِلاَّ مَا كَانَ لَهُ خَالِصاً وَ ابْتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ
“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla tidak menerima amal perbuatan, kecuali yang ikhlas dan dimaksudkan (dengan amal perbuatan itu) mencari wajah Allah. [HR Nasa-i, VI/25 dan sanad-nya jayyid sebagaimana perkataan Imam Mundziri dalam At Targhib Wat Tarhib, I/26-27 no. 9. Dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib Wat Tarhib, I/106, no. 8].
Semoga bermanfaat,

Senin, 26 Maret 2012

Pemgumuman Pemenang Lomba FRISKA II

Alhamdulilah acara FRISKAII telah terlaksana dengan baik dan sukses. Dan ini adalah pemenang darui berbagai lomba.
     Lomba MQT
IKHWAN
Juara I             : Alfian nahavandi dari MAPK Surakarta
Juara II            : Rudi Alamsyah dari SMA N I Andong
Juara III          : Hamdan Syakirin MA Al-Islam Jamsaren
AKHWAT
Juara I             : Oktia permatasari dari MAPK Surakarta
Juara II            : Maria ulfa dari SMA N I Karanggede
Juara III          : Nurul fardiani fauzan dari SMA N I Solo
2.                              Lomba CCI
            Juara I             : SMA MUH. Imam Suhodo
            Juara II            : MAPK Surakarta
            Juara III          : MA AL-Islam Jamsaren 
                       Lomba mading
           Juara I             : SMA Al-Islam Jamsaren (putri)
     Juara II            : SMA N 3 Surakarta (Putri)
    Juara III          : MAN I surakarta
    Lomba DA'i Muda 
Juara I              : SMA N I Banyudono atas nama Linda Y
Juara II            : MA Al Islam atas nama Adnan Shodik
Juara III           : SMA

 selamat kepada para pemenang

Jumat, 16 Maret 2012

Ketentuan lomba Friska II


1.       Da’I Muda
a.       Peserta adalah delegasi dari masing-masing sekolah dibuktikan dengan surat tugas
b.      Setiap sekolah berhak mengirimkan delegasi maksimal 2 peserta (1 Pa, 1Pi )
c.       Membayar biaya regestrasi sebesar Rp. 15.000/ anak
d.      Mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan oleh panitia
e.      Peserta menyampaikan sesuai dengan tema yang ditentukan.  “Saatnya menjadi generasi SKCK2 (Sholeh, Kreatif, Cerdas, kaya dan Keren)”
f.        Kriteria penilaian:
1.       Penguasaan materi
2.       Intonasi
3.       Mimic dan gerak
4.       Kostum
5.       Ketepatan waktu (maksimal 7 menit)
g.       Peserta daftar ulang pada hari H
2.       MTQ tingkat pelajar
a.       Peserta adalah delegasi dari masing-masing sekolah dibuktikan dengan surat tugas dari sekolah terkait
b.      Setiap sekolah berhak mengirimkan delegasi maksimal 2 peserta (1 Pa, 1Pi )
c.       Membayar biaya regestrasi sebesar Rp. 15.000/ anak
d.      Peserta membaca surat bebas (pilihan sendiri)
e.      Peserta mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan oleh panitia.
f.        Criteria penilaian:
a.       Tajwid
b.      Makhrojul huruf
c.       Irama
d.      Adab
g.       Peserta daftar ulang pada hari H

3.       Majalah Dinding
a.       Peserta adalah delegasi dari masing-masing sekolah dibuktikan dengan surat tugas
b.      Setiap sekolah berhak mengirimkan delegasi maksimal 2 kelompok (Putra & putri)
c.       Membayar biaya regestrasi sebesar Rp 25.000/ kelompok
d.      Setiap kelompok minimal 3 orang
e.      Tema mading “be a Moslem axcellent”
f.        Criteria penilaian:
1.       Isi/ materi
2.       Kreatifitas
3.       Komposisi
4.       Kerapian dan kebersihan
g.       Peserta mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan oleh panitia
h.      Peserta daftar ulang pada hari H
4.       Cerdas Cermat Islam
a.       Peserta adalah delegasi dari masing-masing sekolah dibuktikan dengan surat tugas
b.      Setiap sekolah berhak mengirimkan delegasi maksimal 2 kelompok (Putra & putri)
c.       Membayar biaya regestrasi sebesar Rp 25.000/ kelompok
d.      Setiap kelompok minimal 3 orang
e.      Materi yang diujikan: pendidikan agama islam kelas 1 sampai 3
f.        Peserta mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan oleh panitia
g.       Peserta daftar ulang pada hari H

Kamis, 15 Maret 2012

Strategi Rasulullah Dalam Perang Khandaq



Ketika secara serantak dari arah selatan mengalir pasukan yang terdiri dari Quraisy, Kinanah dan sekutu-sekutu mereka dari penduduk Tihamah dibawah komando Abu Sufyan. Jumlah mereka ada empat ribu prajurit. Abu sulaiman di Marr Azh-Zhahran juga ikut bergabung bersama mereka sedangkan dari arah timur ada kabilah-kabilah Ghathafan, yang terdiri dari Bani Fazahan yang dipimpin Uyainah bin Hishn, Bani Murah yang dipimpin Al-Harist bin Auf, Bani Asyja’ yang dipimpin Mis’ar bin Rukhailah, Bani As’ad dan lainnya.
Semua golongan tersebut bergerak kearah Madinah secara serentak seperti yang telah disepakati sebelumnya. Dalam beberapa hari saja disekitar madinah telah menjadi lautan pasukan musuh, jumlahnya mencapai 10.000 prajurit. Jika pasukan itu melakukan serangan secara tiba-tiba dan serentak, maka sulit dibayangkan apa yang akan terjadi dengan eksistensi kaum muslim. Tatapi model kepemimpinan Madinah tak pernah terpejam sekejap pun. Segala faktor dipertimbangkan secara masak dan segala gerakan tidak lepas dari pantauan. Sebelum pasukan musuh beranjak dari tempatnya, informasi tentang rencana mereka telah terdengar di Madinah.
Berdasarkan informasi tersebut Rasulullah swa segera menyelengarakan majelis tinggi permusyawaratan untuk menampung rencana pertahanan di Madinah. Setelagh berdiskusi panjang diantara anggota majelis permusyawaratan mereka sepakat menlaksanakan usulan yang disampaikan seorang sahabat yang bernama Salman Al-Farisi. Dia berkata “ wahai Rasulullah dulu jika kami orang-orang Persia sedang dikepung musuh, maka kami membuat parit di sekitar kami”. Ini merupakan langkah yang bijaksana yang sebelumnya belum dikenal orang-orang Arab. Maka Rasulullah dan para sahabat segera melaksanakan rencana tersebut untuk mengali parit sepanjang empat puluh hasta.
Pasukan Quraisy yang berkekuatan 4.000 personil tiba di Mujtama’ul Asyal bilang Rumat tepatnya antara Juruf dan Za’abah. Sedangkan kabilah Ghathafan dan penduduk Najd yang berkekuatan 4.000 personil tiba di Dzanab di dekat Uhud.
Rasulullah keluar rumah dengan kekuatan 3.000 personil. Dibelakang punggung mereka ada gunung Sal’un dan dapat dijadikan pelindung. Sedangkan parit membatasai posisi mereka dengan pasukan musuh. Madinah diwakilkan kepada Ibnu Ummi Maktum. Para wanita dan anak-anak ditempatkan dirumah khusus sebagai pelindung bagi mereka.
Pada saat orang-orang musyrik yang hendak melancarkan serangan untuk menyerang Madinah, ternyata mereka harus berhadapan dengan parit. Karena itu mereka memutuskan untuk mengepung Madinah. Mereka hanya bisa berputar-putar didekat parit dan terus menerus mencari titik lemah yang bisa dimanfaatkan. Sedangan kaum Muslim terus mengawasi gerak-gerik mereka dan juga melontarkan anak panah agar mereka tidak mendekati parit apalagi melewatinya ataupun menimbun parit untuk dijadikan jalan penyeberangan.
Ketika kaum Muslim sibuk mengatasi serangan dari kaum Quraisy, ketika itu juga orang-orang Yahudi yang berada di Madinah bangkit untuk menyerang orang-orang Muslim. Itu merupakan posisi yang sangat rawan yang pernah mereka hadapi antara Kaum Muslim dan Yahudi Bani Quraizhah tidak ada penghalang sedikitpun andaikan mereka menyerang dari belakang. Sementara itu didepan mereka terdapat pasukan musuh yang tidak mungkin ditinggalkan. Sementara tempat penampungan wanita dan anak-anak tidak jauh dari posisi Bani Quraizhah yang berkhianat, tanpa pasukan penjaga.
Dalam situasi seperti itu kemudian ada seorang dari Ghathafan yang bernama Nu’aim bin Mas’ud bin Amir Al Asyja’i yang menemiu Rasulullah seraya berkata “Wahai Rasulullah sesungguhnya aku telah masuk islam. Sementara kaum ku tidak mengetahui keislamanku ini. Maka peraintahkan kepadaku apa yang engkau kehendaki.”
“Engkau adalah orang satu-satunya” sabda beliau “berilah pertolongan kepada kami menurut kesangupanmu karena peperangan ini adalah tipu muslihat.”
Kemudian Nu’aim bin Mas’ud bin Amir Al Asyja’i pergi memperdayai Bani Quraizhah dan kaum Quraisy untuk menciptakan perpecahan diantara mereka dan usahanya pun berhasil, sehingga Bani Quraizhah kembali memihak kepada kaum Muslim.
Allah mendengar doa Rasulullah dan kaum Muslim. Setelah muncul perpecahan di barisan orang-orang musyrik dan mereka bisa diperdayai, Allah mengirimkan pasukan berupa angin taupan kepada mereka hingga kemah-kemah mereka porak-poranda. Tiada satu pun yang tegak melinkan ambruk, tiada yang menancap melaikan tercabut dan tidak ada suatu yang bisa berdiri tegak ditempatnya. Allah juga mengirimkan pasukan malaikat yang membuat mereka menjadi gentar dan kacau, menyusup ketakutan kedalam hati mereka.
Pada keesokan harinya Rasulullah mendapati musuh sudah diusur oleh Allah dan hengkang dari tempatnya tanpa membawa keuntungan apapun.

Rabu, 14 Maret 2012

FRISKA II Festival remaja islam II

Tunjukkan bakat dan kemampudalam ajang Festival Remaja Islam II yang diadakan LDK IAIN SURAKARTA



Minggu, 11 Maret 2012

FAISKA VII By:LDK IAIN Surakarta


Kegiatan FAISKA VII (Festifal Anak Islam Surakartfa) VII

Era globalisasi merupakan tantangan yang cukup serius bagi umat Islam. Dimana aktivitas-aktivitas manusia lebih banyak berorientasi pada keduniawian sehingga menyebabkan pasang surutnya keimanan dan ketakwaan. Oleh sebab itu dibutuhkan suatu usaha untuk menjaga kondisi keimanan dan ketakwaan tersebut agar selalu meningkat mengikuti jalan Allah dan Rasul-Nya di bawah Dinul Islam.
Dalam upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan tersebut, LDK IAIN Surakarta  mengadakan suatu kegiatan yang bernuansa keislaman, yakni LDK Islamic Festival 2012 yang meliputi Festival Anak Islam Surakarta VII (FAISKA). Kegiatan ini merupakan ajang kompetisi antar santriwan/ santriwati TPA/ TPQ  se-eks karesidenan Surakarta yang kami gelar setiap satu tahun sekali. Selain untuk menambah keimanan dan ketakwaan, kegiatan ini juga bertujuan untuk menggali dan memacu potensi  serta terjalinnya ukhuwah Islamiyah. Di harapak dengan terlaksananya kegiatan ini harapan kami agar para anak-anak muslim  bisa mengukir prestasi dan siap bersaing didalam menghadapi tantangan globalisasi.
FAISKA VII ini bertemakan ”Melejidkan Potensi Diri Dalam Rangka Menumbuhka Karakter Islami Anak Muslim” yang dilaksanakan pada hari Minggu 11 Maret 2012 yang di ikuti oleh 140 peserta dari 13 TPA/TPQ Se-eks Karisidenan Surakarta. Acara ini merurupakan ajang kompetisi antar TPA/TPQ se-eks karisidenan surakarta. Diskripsi dari kegiatan ini berupa lomba-lomba keislaman yang bertujuan untuk mengasah kemampuan para peserta. Lomba yang diadakan antara lain lomba PILDACIL, CCI (Cerdas Cermat Islam), Tartil, Mewarnai, Sholat jama’ah. Acara ini di meriahkan dengan Tari TOK-TOKd dan Tari Payung dari TPA Rohmah Kebak Kramat Karanganyar, serta dongeng yang dibawakan oleh ustadz Junaedi.