Jumat, 16 Maret 2012

Ketentuan lomba Friska II


1.       Da’I Muda
a.       Peserta adalah delegasi dari masing-masing sekolah dibuktikan dengan surat tugas
b.      Setiap sekolah berhak mengirimkan delegasi maksimal 2 peserta (1 Pa, 1Pi )
c.       Membayar biaya regestrasi sebesar Rp. 15.000/ anak
d.      Mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan oleh panitia
e.      Peserta menyampaikan sesuai dengan tema yang ditentukan.  “Saatnya menjadi generasi SKCK2 (Sholeh, Kreatif, Cerdas, kaya dan Keren)”
f.        Kriteria penilaian:
1.       Penguasaan materi
2.       Intonasi
3.       Mimic dan gerak
4.       Kostum
5.       Ketepatan waktu (maksimal 7 menit)
g.       Peserta daftar ulang pada hari H
2.       MTQ tingkat pelajar
a.       Peserta adalah delegasi dari masing-masing sekolah dibuktikan dengan surat tugas dari sekolah terkait
b.      Setiap sekolah berhak mengirimkan delegasi maksimal 2 peserta (1 Pa, 1Pi )
c.       Membayar biaya regestrasi sebesar Rp. 15.000/ anak
d.      Peserta membaca surat bebas (pilihan sendiri)
e.      Peserta mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan oleh panitia.
f.        Criteria penilaian:
a.       Tajwid
b.      Makhrojul huruf
c.       Irama
d.      Adab
g.       Peserta daftar ulang pada hari H

3.       Majalah Dinding
a.       Peserta adalah delegasi dari masing-masing sekolah dibuktikan dengan surat tugas
b.      Setiap sekolah berhak mengirimkan delegasi maksimal 2 kelompok (Putra & putri)
c.       Membayar biaya regestrasi sebesar Rp 25.000/ kelompok
d.      Setiap kelompok minimal 3 orang
e.      Tema mading “be a Moslem axcellent”
f.        Criteria penilaian:
1.       Isi/ materi
2.       Kreatifitas
3.       Komposisi
4.       Kerapian dan kebersihan
g.       Peserta mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan oleh panitia
h.      Peserta daftar ulang pada hari H
4.       Cerdas Cermat Islam
a.       Peserta adalah delegasi dari masing-masing sekolah dibuktikan dengan surat tugas
b.      Setiap sekolah berhak mengirimkan delegasi maksimal 2 kelompok (Putra & putri)
c.       Membayar biaya regestrasi sebesar Rp 25.000/ kelompok
d.      Setiap kelompok minimal 3 orang
e.      Materi yang diujikan: pendidikan agama islam kelas 1 sampai 3
f.        Peserta mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan oleh panitia
g.       Peserta daftar ulang pada hari H

Kamis, 15 Maret 2012

Strategi Rasulullah Dalam Perang Khandaq



Ketika secara serantak dari arah selatan mengalir pasukan yang terdiri dari Quraisy, Kinanah dan sekutu-sekutu mereka dari penduduk Tihamah dibawah komando Abu Sufyan. Jumlah mereka ada empat ribu prajurit. Abu sulaiman di Marr Azh-Zhahran juga ikut bergabung bersama mereka sedangkan dari arah timur ada kabilah-kabilah Ghathafan, yang terdiri dari Bani Fazahan yang dipimpin Uyainah bin Hishn, Bani Murah yang dipimpin Al-Harist bin Auf, Bani Asyja’ yang dipimpin Mis’ar bin Rukhailah, Bani As’ad dan lainnya.
Semua golongan tersebut bergerak kearah Madinah secara serentak seperti yang telah disepakati sebelumnya. Dalam beberapa hari saja disekitar madinah telah menjadi lautan pasukan musuh, jumlahnya mencapai 10.000 prajurit. Jika pasukan itu melakukan serangan secara tiba-tiba dan serentak, maka sulit dibayangkan apa yang akan terjadi dengan eksistensi kaum muslim. Tatapi model kepemimpinan Madinah tak pernah terpejam sekejap pun. Segala faktor dipertimbangkan secara masak dan segala gerakan tidak lepas dari pantauan. Sebelum pasukan musuh beranjak dari tempatnya, informasi tentang rencana mereka telah terdengar di Madinah.
Berdasarkan informasi tersebut Rasulullah swa segera menyelengarakan majelis tinggi permusyawaratan untuk menampung rencana pertahanan di Madinah. Setelagh berdiskusi panjang diantara anggota majelis permusyawaratan mereka sepakat menlaksanakan usulan yang disampaikan seorang sahabat yang bernama Salman Al-Farisi. Dia berkata “ wahai Rasulullah dulu jika kami orang-orang Persia sedang dikepung musuh, maka kami membuat parit di sekitar kami”. Ini merupakan langkah yang bijaksana yang sebelumnya belum dikenal orang-orang Arab. Maka Rasulullah dan para sahabat segera melaksanakan rencana tersebut untuk mengali parit sepanjang empat puluh hasta.
Pasukan Quraisy yang berkekuatan 4.000 personil tiba di Mujtama’ul Asyal bilang Rumat tepatnya antara Juruf dan Za’abah. Sedangkan kabilah Ghathafan dan penduduk Najd yang berkekuatan 4.000 personil tiba di Dzanab di dekat Uhud.
Rasulullah keluar rumah dengan kekuatan 3.000 personil. Dibelakang punggung mereka ada gunung Sal’un dan dapat dijadikan pelindung. Sedangkan parit membatasai posisi mereka dengan pasukan musuh. Madinah diwakilkan kepada Ibnu Ummi Maktum. Para wanita dan anak-anak ditempatkan dirumah khusus sebagai pelindung bagi mereka.
Pada saat orang-orang musyrik yang hendak melancarkan serangan untuk menyerang Madinah, ternyata mereka harus berhadapan dengan parit. Karena itu mereka memutuskan untuk mengepung Madinah. Mereka hanya bisa berputar-putar didekat parit dan terus menerus mencari titik lemah yang bisa dimanfaatkan. Sedangan kaum Muslim terus mengawasi gerak-gerik mereka dan juga melontarkan anak panah agar mereka tidak mendekati parit apalagi melewatinya ataupun menimbun parit untuk dijadikan jalan penyeberangan.
Ketika kaum Muslim sibuk mengatasi serangan dari kaum Quraisy, ketika itu juga orang-orang Yahudi yang berada di Madinah bangkit untuk menyerang orang-orang Muslim. Itu merupakan posisi yang sangat rawan yang pernah mereka hadapi antara Kaum Muslim dan Yahudi Bani Quraizhah tidak ada penghalang sedikitpun andaikan mereka menyerang dari belakang. Sementara itu didepan mereka terdapat pasukan musuh yang tidak mungkin ditinggalkan. Sementara tempat penampungan wanita dan anak-anak tidak jauh dari posisi Bani Quraizhah yang berkhianat, tanpa pasukan penjaga.
Dalam situasi seperti itu kemudian ada seorang dari Ghathafan yang bernama Nu’aim bin Mas’ud bin Amir Al Asyja’i yang menemiu Rasulullah seraya berkata “Wahai Rasulullah sesungguhnya aku telah masuk islam. Sementara kaum ku tidak mengetahui keislamanku ini. Maka peraintahkan kepadaku apa yang engkau kehendaki.”
“Engkau adalah orang satu-satunya” sabda beliau “berilah pertolongan kepada kami menurut kesangupanmu karena peperangan ini adalah tipu muslihat.”
Kemudian Nu’aim bin Mas’ud bin Amir Al Asyja’i pergi memperdayai Bani Quraizhah dan kaum Quraisy untuk menciptakan perpecahan diantara mereka dan usahanya pun berhasil, sehingga Bani Quraizhah kembali memihak kepada kaum Muslim.
Allah mendengar doa Rasulullah dan kaum Muslim. Setelah muncul perpecahan di barisan orang-orang musyrik dan mereka bisa diperdayai, Allah mengirimkan pasukan berupa angin taupan kepada mereka hingga kemah-kemah mereka porak-poranda. Tiada satu pun yang tegak melinkan ambruk, tiada yang menancap melaikan tercabut dan tidak ada suatu yang bisa berdiri tegak ditempatnya. Allah juga mengirimkan pasukan malaikat yang membuat mereka menjadi gentar dan kacau, menyusup ketakutan kedalam hati mereka.
Pada keesokan harinya Rasulullah mendapati musuh sudah diusur oleh Allah dan hengkang dari tempatnya tanpa membawa keuntungan apapun.

Rabu, 14 Maret 2012

FRISKA II Festival remaja islam II

Tunjukkan bakat dan kemampudalam ajang Festival Remaja Islam II yang diadakan LDK IAIN SURAKARTA



Minggu, 11 Maret 2012

FAISKA VII By:LDK IAIN Surakarta


Kegiatan FAISKA VII (Festifal Anak Islam Surakartfa) VII

Era globalisasi merupakan tantangan yang cukup serius bagi umat Islam. Dimana aktivitas-aktivitas manusia lebih banyak berorientasi pada keduniawian sehingga menyebabkan pasang surutnya keimanan dan ketakwaan. Oleh sebab itu dibutuhkan suatu usaha untuk menjaga kondisi keimanan dan ketakwaan tersebut agar selalu meningkat mengikuti jalan Allah dan Rasul-Nya di bawah Dinul Islam.
Dalam upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan tersebut, LDK IAIN Surakarta  mengadakan suatu kegiatan yang bernuansa keislaman, yakni LDK Islamic Festival 2012 yang meliputi Festival Anak Islam Surakarta VII (FAISKA). Kegiatan ini merupakan ajang kompetisi antar santriwan/ santriwati TPA/ TPQ  se-eks karesidenan Surakarta yang kami gelar setiap satu tahun sekali. Selain untuk menambah keimanan dan ketakwaan, kegiatan ini juga bertujuan untuk menggali dan memacu potensi  serta terjalinnya ukhuwah Islamiyah. Di harapak dengan terlaksananya kegiatan ini harapan kami agar para anak-anak muslim  bisa mengukir prestasi dan siap bersaing didalam menghadapi tantangan globalisasi.
FAISKA VII ini bertemakan ”Melejidkan Potensi Diri Dalam Rangka Menumbuhka Karakter Islami Anak Muslim” yang dilaksanakan pada hari Minggu 11 Maret 2012 yang di ikuti oleh 140 peserta dari 13 TPA/TPQ Se-eks Karisidenan Surakarta. Acara ini merurupakan ajang kompetisi antar TPA/TPQ se-eks karisidenan surakarta. Diskripsi dari kegiatan ini berupa lomba-lomba keislaman yang bertujuan untuk mengasah kemampuan para peserta. Lomba yang diadakan antara lain lomba PILDACIL, CCI (Cerdas Cermat Islam), Tartil, Mewarnai, Sholat jama’ah. Acara ini di meriahkan dengan Tari TOK-TOKd dan Tari Payung dari TPA Rohmah Kebak Kramat Karanganyar, serta dongeng yang dibawakan oleh ustadz Junaedi.  

Jumat, 27 Januari 2012

kala cinta telah menyapa


kala cinta telah menyapa, kita rela melakukan apapun demi mendapatkan cinta itu. Mungkin rencana kita telah baik, namun perlu di ingat bahwa rencana Allah lebih baik lagi. Belum tentu apa yang kita anggap baik dimata kita baik pula dimata Allah.. Dia telah mempersiapkan yang lebih baik untuk kita. Yang sesuai dengan akhlak serta perangai kita. Jikalau kita mencinta janganlah sampai kita merasa memiliki krna apabila yang kita cintai tiada kita akan merasa kehilangan yang teramat sangat.. Ikhlaskanlah segalanya pada Allah dan yakin akan janjinya.. Apapun yang diberikan pada kita itulah yang terbaik untuk kita.

Semoga kita semua mendapatkan pasangan yang benar-benar diridhai oleh Allah.. dan ketika kita mencintai, hanya atas Asma-Nya..

Sabtu, 14 Januari 2012

tema setia

Pilih teman setia dari amal perbuatan karena teman seseorang dalam kubur adalah amal perbuatan
Jika kau sibuk dengan sesuatu sibukkanlah engakau hanya dengan hal-hal yang mendatangkan ridho Allah
Seorang tiada yang menemani dialam kuburnya seusai kematian selain amal perbuatanya
Ingatlah sesungguhnya manusia di dunia bagaikan tamu yang singgah sebentar kemudian pergi sesudahnya.

Jumat, 20 Mei 2011

pemutih dan perawatan wajah ala Rasul

DENGAN BER WUDLU
Berdasarkan Al-Qur'an Surat Al-Maidah 6 :
“Hai orang orang yg beriman apabila kamu hendak mendirikan sholat maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai dengan siku dan sapulah kepalamu dan tanganmu sampai dengan kedua mata kaki ....".

Ketika membasuh wajah dalam ber wudlu
Ya Allah jadikanlah wajahku putih berseri di hari putihnya muka muka dan hitamnya muka muka. => "Allahumma bayyidh wajhii yauma tabyadhdhu wujuuh wa taswaddu wujuuh"

Ketika bersisir / bercermin
Yaa Allah sebagaimana Engkau menciptakan aku dengan sebaik baiknya, maka perbaikilah kelakuanku / akhlaqku. =>"Allahumma kamaa hasanta kholqi fa hassin khuluqii"

Ketika dalam shalat
Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan lurus berserah diri dan aku bukanlah orang yang menyekutukan Allah. => "Wajahtu wajhiya lilladzi fathoros samaawaati wal ardho haniifan musliman wa maa ana minal musyrikiin".

DENGAN SUJUD
"Sajada wajhi lilladzii kholaqohu wa showwarohu wa saqoo sam’ahu wa bashorohu fatabarokallahu ahsanul khooliqiin".
Aku sujudkan wajahku kepada Dzat yang menciptakannya dan memberikan rupa dan memberinya pendengaran dan penglihatan, Maha Berkah Allah Sebaik baik Pencipta.

DENGAN MENYEBARKAN SALAM
Ketika kita mengucapkan "salam" kepada saudara kita sesama muslim otomatis wajah kita cerah/ berseri seri. Perhatikan Hadits Nabi :
"Janganlah kamu memandang remeh kebaikan sekecil apapun, seperti kamu menemui sudaramu dengan wajah berseri seri".

DENGAN MEMPERBANYAK SENYUMAN
Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah. "Tabassumuka fii wajhi akhiika sodaqoh"

Ketenangan hati karena berdzikir dan sujud membuat wajah kita mudah senyum, wajah kita damai, wajah merupakan jendela untuk melihat apa yang bergejolak di dalam hati.

DENGAN MENGHILANGKAN IRI DAN DENGKI
Orang yang di hatinya dipenuhi rasa iri dan dengki , tentunya akan sulit sekali tersenyum, bahkan mukanya akan selalu masam, cemberut, muram dan sinis.
Orang yang di hatinya bersih dari rasa iri dan dengki, akan berwajah tenang, tenteram, penuh senyum dan penuh kelembutan.

DENGAN MENYAYANGI DAN MENYANTUNI ANAK ANAK YATIM
Dengan banyak bergaul, menyayangi dan menyantuni anak anak yatim/ piatu hati kita akan menjadi lembut. Dan kelembutan itu akan terpancar dari wajah kita, hingga wajah kita menjadi teduh dan enak dipandang orang.

HASIL PERAWATAN WAJAH
1. Di dunia wajah kita selalu cerah dan jernih mudah tersenyum, damai, teduh
2. Di hari kiamat : wajah kita jadi putih berseri pada hari di mana manusia terbagi menjadi dua golongan :
Golongan yang wajahnya putih berseri
Golongan yang wajahnya hitam
3. Di hari kiamat kita dikenali dengan bekas bekas sujud di wajah kita. ( ta’rifu fii wujuuhihim min atsaris sujuud )

Silahkan dicoba gan.. Alhamdulillah kami juga sudah coba dan hasilnya MasyaAllah.. menyenangkan dan rasanya hidup ini lapang..